<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fakultas Ekonomi USK &#187; Berita Terkait</title>
	<atom:link href="http://fe-unsyiah.org/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fe-unsyiah.org</link>
	<description>FE Universitas Syiah Kuala</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2010 07:33:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Magister Manajemen Harus Jadi Solusi Masalah di Aceh</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/magister-manajemen-harus-jadi-solusi-masalah-di-aceh/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/magister-manajemen-harus-jadi-solusi-masalah-di-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 20:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/berita/magister-manajemen-harus-jadi-solusi-masalah-di-aceh/</guid>
		<description><![CDATA[MAGISTER Manajemen Unsyiah yang saat ini memiliki lulusan berbagai elemen dari pemerintahan ke depan harus mampu menjawab permasalahan yang ada di Aceh. Hal itu dapat dicapai bila semua lulusan Magister Manajemen Unsyiah mampu memberikan ide dan solusi tentang permasalahan yang sedang atau yang akan dihadapi, baik sektor perekonomian, bisnis, maupun sektor pemerintahan. Hal itu dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAGISTER Manajemen Unsyiah yang saat ini memiliki lulusan berbagai elemen dari pemerintahan ke depan harus mampu menjawab permasalahan yang ada di Aceh. Hal itu dapat dicapai bila semua lulusan Magister Manajemen Unsyiah mampu memberikan ide dan solusi tentang permasalahan yang sedang atau yang akan dihadapi, baik sektor perekonomian, bisnis, maupun sektor pemerintahan. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, S.Ag  pada acara peusijuk (tempung tawari-red) gedung baru Magister Manajemen Unsyiah, Senin (25/1) di Kampus Darussalam, Banda Aceh.<span id="more-111"></span></p>
<p>Rektor  Unsyiah, Prof. Dr. Darni M Daud, MA mengatakan Unsyiah saat ini dan ke depan harus siap siaga menghadapi tantangan zaman yang makin berat. Untuk menjawab tantangan itu, menurut Darni M Daud, kerja sama, membangun keakraban dan kebersamaan sangat diperlukan. Demikian pula dalam membangun Magister Manajemen Unsyiah agar mampu berperan dalam pembangunan Aceh sekaliguss mampu memberi solusi alternatif terhadap tantangan yang akan dihadapi masyarakat ke depan.</p>
<p>Dikatakan Rektor, kerja sama dengan universitas yang ada di Indonesia, di Malaysia dan universitas lainnya juga diharapkan selalu berjalan dengan baik supaya lulusan Unsyiah mempunyai jaringan yang kuat dengan lulusan universitas lain. Sehingga nantinya lulusan Unsyiah akan dapat berperan aktif dalam pemerintahan dan masyarakat.</p>
<p>Ketua program studi Magister Manajemen Unsyiah, Prof. Dr. Nasir Azis, M.BA  mengatakan sejak berdiri tahun 1995 sampai sekarang, magister manajemen sudah memiliki 920 alumni dan kini memiliki 400 orang lebih mahasiswa yang masih aktif. Di samping itu, magister manajemen Unsyiah saat ini juga sudah ada 42 calon mahasiswa baru yang mendaftar.</p>
<p>Nasir menambahkan, Alumni dan Mahasiswa Magister Manajemen terdiri dari berbagai elemen, seperti tenaga pengajar, birokrat, perbankan, pengusaha, dan TNI/Polri. Kerena itu, lanjutnya, Magister Manajemen terus berupaya untuk meningkatkan mutu para lulusan dengan mengundang para praktisi dan pembisnis baik di Aceh maupun tingkat nasional dan internasional sebagai pengajar agar lulusannya mampu memberikan solusi terbaik bagi pemerintah, maupun kalangan bisnis.(yrz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/magister-manajemen-harus-jadi-solusi-masalah-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa dan Zikir Lima Tahun Tsunami</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/doa-dan-zikir-lima-tahun-tsunami/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/doa-dan-zikir-lima-tahun-tsunami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 14:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[
Banda Aceh &#8211; Ribuan mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, mengikuti zikir dan doa untuk mengenang lima tahun bencana tsunami, Sabtu (26/12). Doa dipimpin ustad Muhammad Arifin Ilham.
Acara berlangsung khidmat. Sejumlah mahasiswa bahkan sampai menitikkan air mata. Mereka tampak tak kuat mengibas kenangan lima tahun silam yang banyak menewaskan rekan dan saudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe name="frmMain" src="http://www.metrotvnews.com/system/application/views/metromain/panel/mediaplayer/mediaplayer.php?video=96682&#038;play=video" scrolling="no" frameborder="0" height="334" width="455"></iframe></p>
<p>Banda Aceh &#8211; Ribuan mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, mengikuti zikir dan doa untuk mengenang lima tahun bencana tsunami, Sabtu (26/12). Doa dipimpin ustad Muhammad Arifin Ilham.</p>
<p>Acara berlangsung khidmat. Sejumlah mahasiswa bahkan sampai menitikkan air mata. Mereka tampak tak kuat mengibas kenangan lima tahun silam yang banyak menewaskan rekan dan saudara mereka.</p>
<p>Sementara dalam tausiahnya, Arifin Ilham meminta masyarakat Aceh tidak terus larut dalam kesedihan. Menurut dia, orang-orang beriman bukan orang-orang yang cengeng dan terus bersedih bila ditimpa musibah.</p>
<p>Arifin Ilham menambahkan, musibah apapun yang ditakdirkan Allah mengandung hikmah. Untuk itu dia meminta warga Serambi Mekah harus bangkit, berdoa, berbaik sangka serta menyerahkan diri kepada Allah.</p>
<p>Sumber: MetroTVNews.Com			</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/doa-dan-zikir-lima-tahun-tsunami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alumni FE Unsyiah Gelar Halal Bihalal</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/alumni-fe-unsyiah-gelar-halal-bihalal/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/alumni-fe-unsyiah-gelar-halal-bihalal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 14:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[
Banda Aceh &#8211; Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unsyiah (Ikafensy) Aceh, Sabtu (26/9) menggelar halal bihalal, di aula fakultas itu, Sabtu (26/9). Halal bihalal yang dihadiri sekitar 300-an alumni FE Unsyiah itu disekaliguskan dengan peusijuek doktor baru, peusijuek para alumni yang terpilih menjadi anggota DPR baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta peusijuek para tokoh Aceh yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-86" title="Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hasil Pemilu 2009 yang juga alumni Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, berpose bersama para tokoh Aceh yang juga alumni FE Unsyiah" src="http://fe-unsyiah.org/wp-content/uploads/2009/12/alumni-fe.jpg" alt="Foto alumni Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah" width="480" height="360" /></p>
<p>Banda Aceh &#8211; Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unsyiah (Ikafensy) Aceh, Sabtu (26/9) menggelar halal bihalal, di aula fakultas itu, Sabtu (26/9). Halal bihalal yang dihadiri sekitar 300-an alumni FE Unsyiah itu disekaliguskan dengan peusijuek doktor baru, peusijuek para alumni yang terpilih menjadi anggota DPR baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta peusijuek para tokoh Aceh yang juga alumni FE Unsyiah.<span id="more-85"></span></p>
<p>Rektor Unsyiah Prof DR Darni M Daud MA dalam sambutannya mengatakan, Fakultas Ekonomi Unsyiah yang kini telah berumur 50 tahun, merupakan cikal bakal kelahiran Universitas Syiah Kuala. “Dari Fakultas Ekonomi kebanggaan masyarakat Aceh ini telah banyak lahir tokoh kaliber nasional maupun daerah,” ujarnya. Sementara Dekan FE, Prof DR raja Masbar mengharapkan agar ke depan FE Unsyiah semakin berjaya lagi, terlebih setelah sejumlah alumninya kini terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).</p>
<p>Acara halal bihalal itu selain dihadiri mantan Rektor Unsyiah Prof DR Syamsuddin Mahmud, juga tampak puluhan tokoh Aceh yang juga laumni FE Unsyiah. Antara lain Direktur Utama PT Bank BPD Aceh, Aminullah Usman SE Ak MM, Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Banda Aceh, Mahdi Muhammad SE, Ketua Kadin Aceh, Firmandez SE, Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B SE, Wakil Bupati Pidie Nazir Adam SE, serta puluhan dosen dan alumni lainnya.</p>
<p>Sumber: Serambi Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/alumni-fe-unsyiah-gelar-halal-bihalal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Akbar Buka Puasa Bersama</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/renungan-akbar-buka-puasa-bersama/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/renungan-akbar-buka-puasa-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 09:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh merencanakan buka puasa akbar bersama anak yatim dan menggelar berbagai perlombaan. Perihal itu berkenaan dengan berkat Ramadhan yang menganjurkan sekalian orang mengajak untuk berlomba-lomba berbuat baik, dan dalam kebersamaan, kepedulian di bulan yang suci ini, sesuai kata Dr. Iskandarsyah Madjid, Penanggung Jawab The 50th Anniversary [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banda Aceh &#8211; Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh merencanakan buka puasa akbar bersama anak yatim dan menggelar berbagai perlombaan. Perihal itu berkenaan dengan berkat Ramadhan yang menganjurkan sekalian orang mengajak untuk berlomba-lomba berbuat baik, dan dalam kebersamaan, kepedulian di bulan yang suci ini, sesuai kata Dr. Iskandarsyah Madjid, Penanggung Jawab The 50th Anniversary Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.<span id="more-78"></span></p>
<p>Panitia Pelaksana, Azlam, tadi malam, mengatakan, acara tersebut berupa acara sosial atau acara amal, dimulai dengan renungan dan sharing dari para mantan Dekan Fakultas Ekonomi.</p>
<p>Selain itu diisi ceramah agama, renungan suci (muhasabah) oleh Ustad Azmi Fajri Usman, dan buka puasa bersama 500 anak yatim beserta mahasiswa dan alumni, dan berlanjut dengan <em>sahur on the road</em> bersama kaum duafa yaitu orang-orang yang hidup di jalanan.</p>
<p>“Acara menandai wujud syukur dan bukti eksistensi dari Fakultas Ekonomi yang genap berusia 50 tahun, untuk terus mewarnai Aceh dengan kebersamaan dan kepedulian,” ucap Azlam.</p>
<p>Acara juga untuk mempererat silaturahmi seluruh civitas akademika dan alumni Fakultas Ekonomi serta mewujudkan kebersamaan dan kepedulian dengan masyarakat miskin, yaitu dengan anak yatim piatu dan kaum duafa.</p>
<p>Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan 2 September 2009 di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala dan di seputaran kota Banda Aceh.</p>
<p>Azlam juga mengatakan, dalam acara ini juga akan disiapkan voucher yang akan dijual kepada alumni atau karyawan dan dosen di Fakultas Ekonomi, bertujuan sebagai pengumpul amal dan untuk penyediaan sumbangan dan makanan berbuka untuk 500 anak yatim yang akan diundang. Voucher disediakan di Sekretariat 50 tahun Fakultas Ekonomi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/renungan-akbar-buka-puasa-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembantu Dekan Ekonomi Unsyiah Dilantik</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/pembantu-dekan-ekonomi-unsyiah-dilantik/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/pembantu-dekan-ekonomi-unsyiah-dilantik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 14:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Tiga Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, periode 2009-2013, Senin (18/5) dilantik oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Prof Dr Raja Masbar, di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. 
Mereka yang dilantik adalah Dr Mirza SE MBA sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik menggantikan Dr Islahuddin M Ec, Drs Dana Siswar M Si sebagai Pembantu Dekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banda Aceh &#8211; Tiga Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, periode 2009-2013, Senin (18/5) dilantik oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Prof Dr Raja Masbar, di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. </p>
<p>Mereka yang dilantik adalah Dr Mirza SE MBA sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik menggantikan Dr Islahuddin M Ec, Drs Dana Siswar M Si sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum menggantikan Drs Tasmin A Rahim MBA, dan T Zulham SE MSi sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan menggantikan Drs Ridwan Ibrahim MM.</p>
<p>Raja Masbar berharap pada masing-masing dekan terpilih untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembenahan fakultas mulai dari kebersihan hingga fasilitas serta terjalinnya komunikasi yang efektif dengan mahasiswa. “Kami berharap pada dosen, staf, karyawan, mahasiswa, dan civitas akademika saling bahu membahu,” harap Dekan Fakultas Ekonomi tersebut.</p>
<p>Sumber: Serambi Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/pembantu-dekan-ekonomi-unsyiah-dilantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Pendidikan Terancam”</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/%e2%80%9cpendidikan-terancam%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/%e2%80%9cpendidikan-terancam%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[DAMPAK berkurangnya penerimaan dana tambahan bagi hasil migas Aceh tahun 2009&#8211;dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 553,712 miliar&#8211;akan secara langsung berimbas pada program pendidikan. Karena sesuai UUPA Pasal 182 ayat 3), paling sedikit 30 persen penerimaan tambahan dana bagi hasil migas Aceh dialokasikan untuk membiayai program pendidikan. “Jika prediksi penerimaan dana tambahan bagi hasil migas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DAMPAK berkurangnya penerimaan dana tambahan bagi hasil migas Aceh tahun 2009&#8211;dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 553,712 miliar&#8211;akan secara langsung berimbas pada program pendidikan. Karena sesuai UUPA Pasal 182 ayat 3), paling sedikit 30 persen penerimaan tambahan dana bagi hasil migas Aceh dialokasikan untuk membiayai program pendidikan. “Jika prediksi penerimaan dana tambahan bagi hasil migas Aceh tahun 2009 hanya sekitar Rp 553,712 miliar atau menurun sebesar Rp 747 miliar dari prediksi APBA 2009 Rp 1,3 triliun, bakal banyak program pendidikan yang tak dapat direalisasikan,” kata pakar Ekonomi Unsyiah, Dr Nazamuddin kepada Serambi, Selasa (21/4).<span id="more-56"></span></p>
<p>Nazamuddin menyarankan, kalau memang begitu kondisinya, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bersama Panitia Anggaran DPRA perlu mengadakan rapat praperubahan APBA 2009 yang akan dilaksanakan Juli atau Agustus 2009, atau sebelum masa tugas DPRA periode 2004-2009 berakhir September mendatang.</p>
<p>Pertemuan praperubahan APBA 2009 itu penting untuk melihat kembali program prioritas yang dibiayai dari sumber dana tambahan bagi hasil migas yang telah disahkan dalam APBA 2009. Program prioritasnya diseleksi kembali menjadi lebih prioritas. Misalnya, besiswa mahasiswa S2 dan S3 yang mendapat tugas belajar dari perguruan tingginya di dalam negeri maupun luar negeri. Begitu juga dengan mahasiswa kejuruan dan yang mengambil ilmu spesialis. Mahasiswa kedokteran dan operator alat kodokteran yang sedang belajar di dalam negeri maupun luar negeri jangan sampai pagu anggarannya terpangkas akibat menurunnya target penerimaan dana tambahan bagi hasil migas itu.</p>
<p><strong>Program menyentuh langsung</strong><br />
Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Prof Dr Raja Masbar berharap, program-program yang langsung memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan serta pemberdayaan ekonomi bagi penduduk miskin, dan penciptaan lapangan kerja tidak menjadi sasaran rasionalisasi atau pengurangan anggaran akibat menurunnya penerimaan dana tambahan bagi hasil migas Aceh tahun ini.</p>
<p>Misalnya, bidang pertanian dan perikanan, karena alokasi anggarannya sudah kecil jangan lagi dipangkas. Begitu juga alokasi dana gampong jangan sempat dipangkas. Program itu sangat penting untuk membuka lapangan kerja baru di desa. Tingginya kasus kriminalitas, menurut Raja, salah satu penyebab adalah sempitnya peluang kerja dan rendahnya pendapatan masyarakat. Pemerintah Aceh dan DPRA untuk lebih bijak dan arif lagi dalam menyikapi penurunan penerimaan dana tambahan bagi hasil migas itu.</p>
<p>Menurut Raja Masbar, kalaupun dilakukan rasionalisasi APBA 2009, lakukan dulu terhadap belanja pegawai nongaji dan operasi kantor yang menjurus pada pemborosan. Misalnya, batasi kegiatan perjalanan dinas ke luar Aceh, kemudian pembayaran tunjangan prestasi kerja (TPK) pegawai yang berlipat ganda. Begitu juga untuk program penyaluran bantuan kepada yayasan dan LSM.</p>
<p>Rasionalisasi anggaran yang serupa juga dilakukan untuk belanja kerja gubernur dan wakil gubernur dan DPRA. Kurangi perjalanan dinas ke luar negeri yang tidak penting dan tidak memberikan dampak langsung kepada peningkatan pelayanan pemerintah kepada rakyat. “Jika hal-hal tersebut bisa dirasionalkan dengan proporsional maka pada akhir 2009, APBA tidak mengalami defisit yang besar,” kata ekonom Unsyiah tersebut.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.serambinews.com/news/pendidikan-terancam" target="_blank">Serambi Indonesia</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/%e2%80%9cpendidikan-terancam%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rektor Unsyiah Lantik Tiga Dekan* FE Harus Pertahankan Tiga Besar</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-unsyiah-lantik-tiga-dekan-fe-harus-pertahankan-tiga-besar/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-unsyiah-lantik-tiga-dekan-fe-harus-pertahankan-tiga-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#8211; Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Darni M Daud MEd, Senin (16/3) kemarin melantik tiga dekan fakultas pada universitas itu untuk masa jabatan 2009-2012, di Aula AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Mereka yang dilantik adalah Prof Dr Raja Masbar MSc sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, menggantikan Prof Dr Said Muhammad; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH &#8211; Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Darni M Daud MEd, Senin (16/3) kemarin melantik tiga dekan fakultas pada universitas itu untuk masa jabatan 2009-2012, di Aula AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Mereka yang dilantik adalah Prof Dr Raja Masbar MSc sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, menggantikan Prof Dr Said Muhammad; Mohd Daoed Yoesoef SH MH sebagai Dekan Fakultas Hukum, menggantikan Mawardi Ismail SH MHum; dan Prof Dr Yusuf Aziz MPd sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah untuk masa jabatan kedua.<span id="more-53"></span></p>
<p>Dalam pidato sambutannya, Darni yang baru kemarin malam tiba dari Jakarta menghadiri temu alumni Unsyiah, mengatakan kepada para dekan terpilih agar bersungguh-sungguh membangun fakultas masing-masing. Dia menyorot kekurangan yang ada di masing-masing fakultas.</p>
<p>Kata Darni, Fakultas Ekonomi Unsyiah pernah dikenal sebagai the big three (tiga besar) pada zamannya. “Tapi hari ini saya tidak tahu apakah kita masih dapat mempertahankan atau meningkatkan predikat itu. Tantangannya adalah peningkatan mutu. Ini jadi prioritas di masa yang akan datang,” kata Darni.</p>
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan alumni Unsyiah di Jakarta, ucap Darni, juga mengakui bahwa dulunya pemikiran dari Fakultas Ekonomi Unsyiah dapat mewarnai panggung nasional. Mulai dari melahirkan Bappeda dan berbagai program lainnya. “Tetapi sekarang agak jarang dan tak terdengar lagi,” ucap Darni.</p>
<p>Fakultas Ekonomi Unsyiah, menurutnya, harus mampu berkiprah. Pengembangan ekonomi Islam, misalnya, merupakan momen baik secara akademik sekaligus politik yang perlu dicermati bersama. Hubungan bersama sejumlah universitas di Malaysia dan beberapa universitas lainnya harus terus dibina tanpa membeda-bedakan.</p>
<p>“Ini menjadi agenda penting agar Fakultas Ekonomi Unsyiah yang pertama dan tertua di lingkungan Unsyiah, sekaligus menjadi andalan kita bersama yang telah secara historis dibuktikan oleh pendahulu kita,” kata Darni.</p>
<p>Rektor menilai, gaung Fakultas Hukum Unsyiah juga nyaris tak terdengar dan terkesan dipinggirkan. Padahal, menurut Darni, di mana-mana di berbagai tempat di dunia, yang namanya fakultas hukum merupakan fakultas kebanggaan dan andalan. Tetapi mengapa di republik ini, fakultas hukum masih sama dengan fakultas lain seperti FKIP yang masih dianggap pinggiran. Ini perlu menjadi catatan. “Ini mencerminkan apa? Bahwa perhatian kita terhadap hukum dan ilmu hukum belum maju. Belum memiliki arti tersendiri baik secara akademik maupun politik, kita belum ke sana,” ungkap alumnus FKIP Unsyiah ini. Kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi RI, ia rekomendasikan, perlu ditingkatkan agar Fakultas Hukum Unsyiah memiliki kekhasan. Di satu sisi dapat meningkatkan jaringan dan di sisi lain mengoptimalkan upaya peningkatan kualitas ilmu hukum dan pelaksanaan hukum, dalam konteks Aceh secara spesifik dan nasional secara umum.</p>
<p>Darni juga mengulas nasib almamaternya, FKIP Unsyiah. “FKIP tempat saya mengabdi sekian puluh tahun sering dipinggirkan dan tidak jarang menerima pelecehan yang bersifat atau bernuansa pinggiran. Ini terjadi sejak saya mahasiswa sampai dosen,” ungkap Darni yang pernah menjadi Ketua Sema FKIP Unsyiah.</p>
<p>Kini, sebagaimana data yang ada, FKIP dikatakan tidak lagi terpinggirkan. Sebelumnya, nilai kelulusan masuk FKIP merupakan yang terendah. “Saya pikir fakultas ini sesuai dengan data yang ada, tentu tidak lagi pinggiran. Dulu nilai kelulusannya termasuk yang terendah, tetapi kini sudah naik dan masuk ke pertengahan. Dan apabila republik ingin maju, maka FKIP harus berada di depan untuk mendidik anak bangsa calon pimpinannya,” ucap Darni.</p>
<p>Di pengujung arahannya, Darni berkata, “Kami ingin mengingatkan, marilah secara bersama-sama kita bangun almamater kita dengan pendekatan sistemik, agar suara kita dapat didengar, tidak hanya pada tataran lokal, tapi juga di tataran nasional dan internasional.”</p>
<p>Tadi malam Serambi mendapat informasi dari dosen FH Unsyiah, Taqwaddin, bahwa di aula fakultas itu sedang berlangsung acara lepas sambut antara Mawardi Ismail (mantan dekan) dengan Daoed Yoesoef selaku dekan baru. </p>
<p>Sumber: <a href="http://www.serambinews.com/news/rektor-unsyiah-lantik-tiga-dekan" target="_blank">Serambi Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-unsyiah-lantik-tiga-dekan-fe-harus-pertahankan-tiga-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IUM FE Unsyiah Melawat ke UM Kuala Lumpur</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/ium-fe-unsyiah-melawat-ke-um-kuala-lumpur/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/ium-fe-unsyiah-melawat-ke-um-kuala-lumpur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 08:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#8211; Sebanyak 35 orang Inkubator Usahawan Muda (IUM) Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, Senin (23/2) diberangkatkan ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) Selangor, dan University Malaya (UM) Kuala Lumpur, untuk memenuhi undangan dari Dekanan Perniagaan UKM dalam acara entrepreneur Student Exchange Program.
35 orang IUM FE Unsyiah tersebut, terdiri dari 30 mahasiswa dan 5 dosen, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH &#8211; Sebanyak 35 orang Inkubator Usahawan Muda (IUM) Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, Senin (23/2) diberangkatkan ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) Selangor, dan University Malaya (UM) Kuala Lumpur, untuk memenuhi undangan dari Dekanan Perniagaan UKM dalam acara entrepreneur Student Exchange Program.<span id="more-66"></span></p>
<p>35 orang IUM FE Unsyiah tersebut, terdiri dari 30 mahasiswa dan 5 dosen, yang akan mengikuti kegiatan tersebut hingga 2 Maret 2009. Hari Teguh Patria, seorang alumni FE Unsyiah mengatakan, acara yang itu bertujuan membuka pintu kerjasama antara mahasiswa Aceh dengan mahasiswa Malaysia dalam bidang kewirausahaan.</p>
<p>Katanya, acara itu akan diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa Unsyiah. “Seperti presentasi tentang kegiatan bisnis di Aceh, peran mahasiswa dalam pembangunan Aceh -baik dibidang ekonomi, budaya, dan sosial, juga tentang Aceh dan Tsunami,” sebutnya.</p>
<p>Tak ketinggalan, dalam mengisi acara tersebut mahasiswa Unsyiah itu juga akan mempresentasikan profile dari FE Unsyiah. Di samping itu, mahasiswa Aceh juga akan menampilkan beragam tarian Aceh dalam acara pentas seni. “Diharapkan setelah mengikuti Entrepreneurship Student Exchange Program ini, pembentukan mental dan pembelajaran tentang dunia kewirausahaan semakin meningkat.” kata Hari Teguh Patria.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&#038;beritaid=64766&#038;rubrik=3&#038;kategori=2&#038;topik=13" target="_blank">Serambi Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/ium-fe-unsyiah-melawat-ke-um-kuala-lumpur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rektor: UKM Bisa Atasi Krisis Global</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-ukm-bisa-atasi-krisis-global/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-ukm-bisa-atasi-krisis-global/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 20:21:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-ukm-bisa-atasi-krisis-global/</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini karena selalu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia dengan bahan baku yang dipasok dari daerah sekitarnya.
“Saya kira inilah aspek keunggulan UKM yang bisa mentasi krisis ekonomi sebesar apapun,” kata Rektor Universitas Sytiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banda Aceh &#8211; Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini karena selalu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia dengan bahan baku yang dipasok dari daerah sekitarnya.<span id="more-80"></span></p>
<p>“Saya kira inilah aspek keunggulan UKM yang bisa mentasi krisis ekonomi sebesar apapun,” kata Rektor Universitas Sytiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Darni Daud, MA, saat membuka seminar internasional ekonomi di kampus itu Senin [27/10] .</p>
<p>Kemacetan satu simpul roda perekonomian yang saat ini dialami Amerika Serikat telah memberi imbas yang nyata bagi perputaran roda ekonomi dunia. Namun guncangan ini bisa ditutupi dengan usaha ekonomi kecil dan menengah yang cukup tangguh menghadapi guncangan krisis ekonomi dunia, ujarnya.</p>
<p>Menurut Darni Daud, keunggulan UKM seharusnya menjadi “entry point” bagi pelaku ekonomi untuk menjadikannya sebagai jenis usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Yang harus dilakukan sekarang adalah membenahi manajemen UKM dan pemahaman orang terhadap lemahnya rantai produksi UKM. Lihat saja China, hampir semua produksi barang yang diekspor adalah produksi usaha rumah tangga,” jelas rektor.</p>
<p>Seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu serta School of Economic and Business, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu diharapkan bisa melahirkan rumusan penting untuk diimplementasikan. Seminar ini juga bisa menjadi momentum awal untuk membangun jaringan antaruniversitas, dan antarpraktisi bisnis sesama negara tetangga.</p>
<p>“Jadi hal penting yang perlu dipikirkan adalah implementasi jaringan bagi UKM kita, pasca seminar ini dilakukan. Kebijakan yang dilahirkan haruslah kebijakan yang langsung bisa diterapkan, bukan lagi hanya tertuang di kertas saja,” tegas Darni.</p>
<p>Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Iskandarsyah Madjid mengatakan, pihaknya sudah menerima 70 paper yang akan dipresentasikan oleh semua peserta. Namun hanya 53 paper yang lolos kualifikasi untuk didiskusikan.</p>
<p>Peserta yang hadir dalam seminar tersebut adalah dosen dan mahasiswa dari Universitas Bengkulu, Universitas Kebangsaan Malaysia dan beberapa dosen dan mahasiswa dari berbagai Universitas di Jakarta dan Solo, serta praktisi ekonomi.</p>
<p>Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir dua penggagas kegiatan seminar, yakni Dr Zulkifli Husen, mantan Rektor Universitas Bengkulu, yang juga merupakan guru besar Universitas Syiah Kuala, dan Dr Ziyadhi yang berasal dari UKM. Hadir juga guru besar Unysiah Prof Dr Syamsuddin Mahmud, dan mantan Sekda Aceh Thantawi Ishak. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/rektor-ukm-bisa-atasi-krisis-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akademisi: Kemitraan Antar Negara IMT-GT Perlu Ditingkatkan</title>
		<link>http://fe-unsyiah.org/berita/akademisi-kemitraan-antar-negara-imt-gt-perlu-ditingkatkan/</link>
		<comments>http://fe-unsyiah.org/berita/akademisi-kemitraan-antar-negara-imt-gt-perlu-ditingkatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 19:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fe-unsyiah.org/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh &#8211; Kemitraan antar negara Indonesia-Malaysia-Thailand yang tergabung dalam kerjasama IMT-GT perlu ditingkatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan mengatasi kesenjangan yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kawasan itu, kata seorang akademisi. 
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Iskandarsyah Madjid MM di Banda Aceh, Jumat [25/10] , menyatakan, kemitraan tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banda Aceh &#8211; Kemitraan antar negara Indonesia-Malaysia-Thailand yang tergabung dalam kerjasama IMT-GT perlu ditingkatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan mengatasi kesenjangan yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kawasan itu, kata seorang akademisi.<span id="more-76"></span> </p>
<p>Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Iskandarsyah Madjid MM di Banda Aceh, Jumat [25/10] , menyatakan, kemitraan tersebut ditujukan untuk membangkitkan industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor.</p>
<p>Kerjasama propinsi-propinsi dalam kawasan IMT-GT dalam berbagai bidang, seperti pariwisata, pertanian, perdagangan, industri, investasi, dan perbankan serta perhubungan darat, laut, dan udara dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam satu kawasan.</p>
<p> Kerjasama ini dinilai sangat strategis dalam menyiapkan diri menjalani era globalisasi yang penuh persaingan usaha dengan berbagai negara terutama negara-negara yang telah mempunyai daya saing tinggi, katanya. </p>
<p> Untuk lebih memfokuskan pada upaya pengkajian berikut rekomendasi pengembangan kemitraan dalam kawasan IMT-GT, sejumlah pihak civitas akademika dari tiga kawasan, Indonesia, Malaysia dan Thailand, akan berkumpul dan mengadakan seminar internasional, yang akan diselenggarakan di Unsyiah pada 26 Oktober.</p>
<p> “Fakultas Ekonomi Unsyiah mendapat penghormatan bisa menyelenggarakan kegiatan seminar internasional ini, dan akan dihadiri oleh akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, Universitas Kebangsaan Malaysia, Thailand dan dan berbagai universitas lainnya di Indonesia,” kata Iskandarsyah Madjid, yang juga Ketua Panitia Pelaksana.</p>
<p> Menurut dia, hasil yang akan direkomendasikan dalam seminar itu sangat terkait dengan berbagai kebijakan, yang akan mencakup aktifitas UKM dalam kawasan IMT-GT.</p>
<p> “Misalnya, nanti bagaimana UKM yang ada di Aceh bisa langsung punya jaringan dengan UKM di Malaysia atau Thailand, jadi mereka langsung bisa kerjasama untuk saling melakukan transaksi dagang, dan ini akan meningkatkan kepercayaan diri dari UKM kita di daerah,” kata Iskandarsyah.</p>
<p> Selain seminar, kegiatan ini juga akan mengadakan pameran hasil kerajinan home industri dari UKM yang ada di Aceh, Bengkulu, bahkan kerajinan dari pengusaha kecil dari Malaysia.</p>
<p>“Dengan adanya pameran ini kita berharap, para pengusaha kita juga bisa langsung berkomunikasi dengan pengusaha kecil lainnya dan bisa membuat jaringan-jaringan,” ujarnya.</p>
<p> “Kita sangat berharap hasil dari seminar ini memang benar-benar menjadi batu loncatan bagi para pengusaha kecil di Aceh untuk lebih bisa meningkatkan produktifitas dengan meluaskan jaringannya ke luar negeri,” tambahnya.</p>
<p>Pihak swasta memang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kerjasama regional ini, terutama usaha kecil dan menengah yang telah mampu menyokong perekonomian negara dan mengurangi tingkat pengangguran. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fe-unsyiah.org/berita/akademisi-kemitraan-antar-negara-imt-gt-perlu-ditingkatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
