Home » Berita Terkait

17/03/2009

Rektor Unsyiah Lantik Tiga Dekan
* FE Harus Pertahankan Tiga Besar

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Darni M Daud MEd, Senin (16/3) kemarin melantik tiga dekan fakultas pada universitas itu untuk masa jabatan 2009-2012, di Aula AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Mereka yang dilantik adalah Prof Dr Raja Masbar MSc sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, menggantikan Prof Dr Said Muhammad; Mohd Daoed Yoesoef SH MH sebagai Dekan Fakultas Hukum, menggantikan Mawardi Ismail SH MHum; dan Prof Dr Yusuf Aziz MPd sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah untuk masa jabatan kedua.

Dalam pidato sambutannya, Darni yang baru kemarin malam tiba dari Jakarta menghadiri temu alumni Unsyiah, mengatakan kepada para dekan terpilih agar bersungguh-sungguh membangun fakultas masing-masing. Dia menyorot kekurangan yang ada di masing-masing fakultas.

Kata Darni, Fakultas Ekonomi Unsyiah pernah dikenal sebagai the big three (tiga besar) pada zamannya. “Tapi hari ini saya tidak tahu apakah kita masih dapat mempertahankan atau meningkatkan predikat itu. Tantangannya adalah peningkatan mutu. Ini jadi prioritas di masa yang akan datang,” kata Darni.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan alumni Unsyiah di Jakarta, ucap Darni, juga mengakui bahwa dulunya pemikiran dari Fakultas Ekonomi Unsyiah dapat mewarnai panggung nasional. Mulai dari melahirkan Bappeda dan berbagai program lainnya. “Tetapi sekarang agak jarang dan tak terdengar lagi,” ucap Darni.

Fakultas Ekonomi Unsyiah, menurutnya, harus mampu berkiprah. Pengembangan ekonomi Islam, misalnya, merupakan momen baik secara akademik sekaligus politik yang perlu dicermati bersama. Hubungan bersama sejumlah universitas di Malaysia dan beberapa universitas lainnya harus terus dibina tanpa membeda-bedakan.

“Ini menjadi agenda penting agar Fakultas Ekonomi Unsyiah yang pertama dan tertua di lingkungan Unsyiah, sekaligus menjadi andalan kita bersama yang telah secara historis dibuktikan oleh pendahulu kita,” kata Darni.

Rektor menilai, gaung Fakultas Hukum Unsyiah juga nyaris tak terdengar dan terkesan dipinggirkan. Padahal, menurut Darni, di mana-mana di berbagai tempat di dunia, yang namanya fakultas hukum merupakan fakultas kebanggaan dan andalan. Tetapi mengapa di republik ini, fakultas hukum masih sama dengan fakultas lain seperti FKIP yang masih dianggap pinggiran. Ini perlu menjadi catatan. “Ini mencerminkan apa? Bahwa perhatian kita terhadap hukum dan ilmu hukum belum maju. Belum memiliki arti tersendiri baik secara akademik maupun politik, kita belum ke sana,” ungkap alumnus FKIP Unsyiah ini. Kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi RI, ia rekomendasikan, perlu ditingkatkan agar Fakultas Hukum Unsyiah memiliki kekhasan. Di satu sisi dapat meningkatkan jaringan dan di sisi lain mengoptimalkan upaya peningkatan kualitas ilmu hukum dan pelaksanaan hukum, dalam konteks Aceh secara spesifik dan nasional secara umum.

Darni juga mengulas nasib almamaternya, FKIP Unsyiah. “FKIP tempat saya mengabdi sekian puluh tahun sering dipinggirkan dan tidak jarang menerima pelecehan yang bersifat atau bernuansa pinggiran. Ini terjadi sejak saya mahasiswa sampai dosen,” ungkap Darni yang pernah menjadi Ketua Sema FKIP Unsyiah.

Kini, sebagaimana data yang ada, FKIP dikatakan tidak lagi terpinggirkan. Sebelumnya, nilai kelulusan masuk FKIP merupakan yang terendah. “Saya pikir fakultas ini sesuai dengan data yang ada, tentu tidak lagi pinggiran. Dulu nilai kelulusannya termasuk yang terendah, tetapi kini sudah naik dan masuk ke pertengahan. Dan apabila republik ingin maju, maka FKIP harus berada di depan untuk mendidik anak bangsa calon pimpinannya,” ucap Darni.

Di pengujung arahannya, Darni berkata, “Kami ingin mengingatkan, marilah secara bersama-sama kita bangun almamater kita dengan pendekatan sistemik, agar suara kita dapat didengar, tidak hanya pada tataran lokal, tapi juga di tataran nasional dan internasional.”

Tadi malam Serambi mendapat informasi dari dosen FH Unsyiah, Taqwaddin, bahwa di aula fakultas itu sedang berlangsung acara lepas sambut antara Mawardi Ismail (mantan dekan) dengan Daoed Yoesoef selaku dekan baru.

Sumber: Serambi Indonesia

-
  Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

One Response to “Rektor Unsyiah Lantik Tiga Dekan
* FE Harus Pertahankan Tiga Besar

  1. firman says:

    iya kembangkan ekonomi islam di fe unsyiah, kerjasama bisa dibangun dengan univ2 di malaysia yang punya konsen ekonomi islam.karena sy amati di jawa khususnya unv negeri dan swasta sudah banyak yang membuka konsentrasi ekonomi islam.

Leave a Reply