Home » Berita Terkait
27/10/2008Rektor: UKM Bisa Atasi Krisis Global
Banda Aceh – Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini karena selalu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia dengan bahan baku yang dipasok dari daerah sekitarnya.
“Saya kira inilah aspek keunggulan UKM yang bisa mentasi krisis ekonomi sebesar apapun,” kata Rektor Universitas Sytiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Darni Daud, MA, saat membuka seminar internasional ekonomi di kampus itu Senin [27/10] .
Kemacetan satu simpul roda perekonomian yang saat ini dialami Amerika Serikat telah memberi imbas yang nyata bagi perputaran roda ekonomi dunia. Namun guncangan ini bisa ditutupi dengan usaha ekonomi kecil dan menengah yang cukup tangguh menghadapi guncangan krisis ekonomi dunia, ujarnya.
Menurut Darni Daud, keunggulan UKM seharusnya menjadi “entry point” bagi pelaku ekonomi untuk menjadikannya sebagai jenis usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang harus dilakukan sekarang adalah membenahi manajemen UKM dan pemahaman orang terhadap lemahnya rantai produksi UKM. Lihat saja China, hampir semua produksi barang yang diekspor adalah produksi usaha rumah tangga,” jelas rektor.
Seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu serta School of Economic and Business, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu diharapkan bisa melahirkan rumusan penting untuk diimplementasikan. Seminar ini juga bisa menjadi momentum awal untuk membangun jaringan antaruniversitas, dan antarpraktisi bisnis sesama negara tetangga.
“Jadi hal penting yang perlu dipikirkan adalah implementasi jaringan bagi UKM kita, pasca seminar ini dilakukan. Kebijakan yang dilahirkan haruslah kebijakan yang langsung bisa diterapkan, bukan lagi hanya tertuang di kertas saja,” tegas Darni.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Iskandarsyah Madjid mengatakan, pihaknya sudah menerima 70 paper yang akan dipresentasikan oleh semua peserta. Namun hanya 53 paper yang lolos kualifikasi untuk didiskusikan.
Peserta yang hadir dalam seminar tersebut adalah dosen dan mahasiswa dari Universitas Bengkulu, Universitas Kebangsaan Malaysia dan beberapa dosen dan mahasiswa dari berbagai Universitas di Jakarta dan Solo, serta praktisi ekonomi.
Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir dua penggagas kegiatan seminar, yakni Dr Zulkifli Husen, mantan Rektor Universitas Bengkulu, yang juga merupakan guru besar Universitas Syiah Kuala, dan Dr Ziyadhi yang berasal dari UKM. Hadir juga guru besar Unysiah Prof Dr Syamsuddin Mahmud, dan mantan Sekda Aceh Thantawi Ishak. ( ant )














