Home » Berita Terkait
25/01/2010Magister Manajemen Harus Jadi Solusi Masalah di Aceh
MAGISTER Manajemen Unsyiah yang saat ini memiliki lulusan berbagai elemen dari pemerintahan ke depan harus mampu menjawab permasalahan yang ada di Aceh. Hal itu dapat dicapai bila semua lulusan Magister Manajemen Unsyiah mampu memberikan ide dan solusi tentang permasalahan yang sedang atau yang akan dihadapi, baik sektor perekonomian, bisnis, maupun sektor pemerintahan. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, S.Ag pada acara peusijuk (tempung tawari-red) gedung baru Magister Manajemen Unsyiah, Senin (25/1) di Kampus Darussalam, Banda Aceh.
Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Darni M Daud, MA mengatakan Unsyiah saat ini dan ke depan harus siap siaga menghadapi tantangan zaman yang makin berat. Untuk menjawab tantangan itu, menurut Darni M Daud, kerja sama, membangun keakraban dan kebersamaan sangat diperlukan. Demikian pula dalam membangun Magister Manajemen Unsyiah agar mampu berperan dalam pembangunan Aceh sekaliguss mampu memberi solusi alternatif terhadap tantangan yang akan dihadapi masyarakat ke depan.
Dikatakan Rektor, kerja sama dengan universitas yang ada di Indonesia, di Malaysia dan universitas lainnya juga diharapkan selalu berjalan dengan baik supaya lulusan Unsyiah mempunyai jaringan yang kuat dengan lulusan universitas lain. Sehingga nantinya lulusan Unsyiah akan dapat berperan aktif dalam pemerintahan dan masyarakat.
Ketua program studi Magister Manajemen Unsyiah, Prof. Dr. Nasir Azis, M.BA mengatakan sejak berdiri tahun 1995 sampai sekarang, magister manajemen sudah memiliki 920 alumni dan kini memiliki 400 orang lebih mahasiswa yang masih aktif. Di samping itu, magister manajemen Unsyiah saat ini juga sudah ada 42 calon mahasiswa baru yang mendaftar.
Nasir menambahkan, Alumni dan Mahasiswa Magister Manajemen terdiri dari berbagai elemen, seperti tenaga pengajar, birokrat, perbankan, pengusaha, dan TNI/Polri. Kerena itu, lanjutnya, Magister Manajemen terus berupaya untuk meningkatkan mutu para lulusan dengan mengundang para praktisi dan pembisnis baik di Aceh maupun tingkat nasional dan internasional sebagai pengajar agar lulusannya mampu memberikan solusi terbaik bagi pemerintah, maupun kalangan bisnis.(yrz)














