Home » Berita Terkait
26/10/2008Akademisi: Kemitraan Antar Negara IMT-GT Perlu Ditingkatkan
Banda Aceh – Kemitraan antar negara Indonesia-Malaysia-Thailand yang tergabung dalam kerjasama IMT-GT perlu ditingkatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan mengatasi kesenjangan yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kawasan itu, kata seorang akademisi.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Iskandarsyah Madjid MM di Banda Aceh, Jumat [25/10] , menyatakan, kemitraan tersebut ditujukan untuk membangkitkan industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor.
Kerjasama propinsi-propinsi dalam kawasan IMT-GT dalam berbagai bidang, seperti pariwisata, pertanian, perdagangan, industri, investasi, dan perbankan serta perhubungan darat, laut, dan udara dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam satu kawasan.
Kerjasama ini dinilai sangat strategis dalam menyiapkan diri menjalani era globalisasi yang penuh persaingan usaha dengan berbagai negara terutama negara-negara yang telah mempunyai daya saing tinggi, katanya.
Untuk lebih memfokuskan pada upaya pengkajian berikut rekomendasi pengembangan kemitraan dalam kawasan IMT-GT, sejumlah pihak civitas akademika dari tiga kawasan, Indonesia, Malaysia dan Thailand, akan berkumpul dan mengadakan seminar internasional, yang akan diselenggarakan di Unsyiah pada 26 Oktober.
“Fakultas Ekonomi Unsyiah mendapat penghormatan bisa menyelenggarakan kegiatan seminar internasional ini, dan akan dihadiri oleh akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, Universitas Kebangsaan Malaysia, Thailand dan dan berbagai universitas lainnya di Indonesia,” kata Iskandarsyah Madjid, yang juga Ketua Panitia Pelaksana.
Menurut dia, hasil yang akan direkomendasikan dalam seminar itu sangat terkait dengan berbagai kebijakan, yang akan mencakup aktifitas UKM dalam kawasan IMT-GT.
“Misalnya, nanti bagaimana UKM yang ada di Aceh bisa langsung punya jaringan dengan UKM di Malaysia atau Thailand, jadi mereka langsung bisa kerjasama untuk saling melakukan transaksi dagang, dan ini akan meningkatkan kepercayaan diri dari UKM kita di daerah,” kata Iskandarsyah.
Selain seminar, kegiatan ini juga akan mengadakan pameran hasil kerajinan home industri dari UKM yang ada di Aceh, Bengkulu, bahkan kerajinan dari pengusaha kecil dari Malaysia.
“Dengan adanya pameran ini kita berharap, para pengusaha kita juga bisa langsung berkomunikasi dengan pengusaha kecil lainnya dan bisa membuat jaringan-jaringan,” ujarnya.
“Kita sangat berharap hasil dari seminar ini memang benar-benar menjadi batu loncatan bagi para pengusaha kecil di Aceh untuk lebih bisa meningkatkan produktifitas dengan meluaskan jaringannya ke luar negeri,” tambahnya.
Pihak swasta memang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kerjasama regional ini, terutama usaha kecil dan menengah yang telah mampu menyokong perekonomian negara dan mengurangi tingkat pengangguran. ( ant )














