Home » Agenda Kegiatan

20/02/2009

Outbound: Melatih Mental

14 Februari 2009 Inkubator Usahawan Muda Fakulas Ekonomi Universitas Syiah Kuala mengadakan Pelatihan di alam terbuka, Out Bound. Acara ini diselenggarakan selama satu hari penuh, mulai dari pukul 8:00 hingga pukul 17.00 WIB. Peserta berangkat dari Fakultas Ekonomi dengan bus Universitas Syiah Kuala pukul 08.00 pagi dan tiba di Krung Jreu, Indra Puri, Aceh Besar pada pukul 09.15 WIB. Kegiatan pertama adalah pengenalan antar peserta Out Bound. Peserta diharuskan menanyakan kepada teman-temannya tentang ciri-ciri temannya dan mengisinya ke dalam form khusus.

Setelah antar peserta saling mengenal, mereka membentuk kelompok-kelompok berdasarkan kesesuaian antara ciri-ciri yang telah disebutkan dalam sesi pengenalan tadi. Dalam pembentukannya, setiap kelompok juga harus memiliki yel-yel khusus yang menjadi ciri khas kelompok tersebut.

Setelah saling mengenal, membentuk kelompok dan memiliki yel-yel kelompok, maka peserta out bound siap untuk mengikuti kegiatan utama dari out bound ini.

Acara Out Bound ini terdiri dari 2 sesi acara utama. Sesi pertama terdiri dari 3 kegiatan dan sesi kedua terdiri dari 5 kegiatan.

Pada sesi pertama, ada tiga game yang dimainkan oleh peserta. Pertama, menguji nyali peserta yang dideskripsikan dengan meniup balon hingga balon tersebut meletus. Pada mulanya para peserta terlihat takut dan ragu untuk dapat meledakkan balon tersebut. Tapi nyatanya, disaat balon meletus, tidak satupun peserta yang terlukai karena letusan balon tersebut.

Game kedua dari sesi pertama adalah menguji kekompakan dan kepemimpinan yang dideskripsikan dalam sebuah permainan menarik. Setiap anggota kelompok harus mengikat diri mereka pada seutas tali yang terhubung pada sebuah pulpen. Semua tali dari setiap anggota kelompok terhubung pada satu titik yang tergantung pada sebuah ballpoint. Dengan kondisi terikat dan tidak boleh menoleh ke belakang, setiap tim harus berhasil memasukkan ballpoint itu ke dalam botol yang sudah disediakan.

Setelah game memasukkan ballpoint ke dalam botol tadi, kegiatan dilanjutkan dengan game “Samson, Delila, dan Singa”. Setiap kelompok harus bisa menebak dengan cepat karakter dari lawannya. Apabila kelompok lawan berkarakter Samson dan kelompok lainnya berkarakter Delila, maka kelompok Delila harus menangkap kelompok Samson. Peraturan lengkapnya: Karakter samson akan dikejar oleh Delila, Delila akan dikejar oleh Singa, dan Singa akan dikejar oleh Samson. Game ini mengajarkan peserta akan betapa pentingnya ketelitian dan kecepatan kita dalam mengambil keputusan. Terlambat merespon keadaan dan terlambat mengambil keputusan akan mengakibatkan hal yang buruk.

Setelah game Samson, Delila, dan Singa, kegiatan dihentikan sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan siang. Shalat Zhuhur dilaksanakan secara berjamaah, namun karena keterbatasan tempat, shalat dilakukan tidak sekaligus seluruh peserta, tapi terbagi beberapa kloter agar semua peserta mendapat kesempatan untuk Shalat.

Kegiatan dilanjutkan dengan game selanjutnya. Game yang mengajarkan kita bahwa setiap permasalahan tentu ada solusinya. Game ini mengharuskan peserta untuk membentuk dua buah lingkaran. Salah satu lingkaran berada di dalam lingkaran lainnya yang saling berhubungan. Peserta yang sudah membuat lingkaran itu harus bisa mengurai lingkaran yang ada di dalam untuk keluar dari lingkaran besar itu dan menyatu dengan lingkaran besar. Agak sulit memang. Tapi tim yang seluruh anggotanya laki-laki lebih dulu menyelesaikan game ini daripada tim yang beranggotakan perempuan. Namun semua kelompok tetap berhasil menyelesaikan masalah ini.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan game yang benar-benar menguji peserta untuk benar-benar matang dalam mengerjakan perencanaan suatu tugas, konsentrasi, dan patuh pada pemimpin. Game ini meminta setiap kelompok untuk mendelegasikan 2 orang peserta kelompok dan 1 orang komandan untuk kedua orang itu. 2 orang yang terlibat dalam game ini harus melintasi suatu lintasan yang sudah dibatasi dengan tali dalam kondisi mata tertutup rapat. Mereka harus berjalan melintasi lintasan yang tersedia tanpa boleh keluar dari lintasan atau mengenai batas lintasan. Mereka harus melalui lintasan atas petunjuk dari komando setiap kelompok. Hal ini tidaklah mudah. Karena sangat banyak kompetitor yang mengganggu konsentrasi peserta saingannya.

Game selanjutnya kembali membuat peserta berinteraksi dengan balon. Setiap peserta harus memiliki balon yang sudah ditiup dan melekatkan balón tersebut di punggung anggota tim lainnya. Setiap kelompok harus membuat barisan lurus yang terhubung dengan sebuah balón. Dalam kondisi seperti itu, setiap kelompok harus melintasi sungai ke seberang dan kembali lagi ke tempat semula. Peserta yang berada di barisan paling depan merupakan penentu arah perjalanan tim. Game ini benar-benar sangat melatih kepemimpinan dan kekompakan tim.

Kegiatan dilanjutkan dengan game yang membuat para peserta sangat senang dan seru. Game ini benar-benar menguji kehebatan strategi tim, strategi penyerangan, dan pertahanan. Game ini hanya terdiri dari 2 tim. Tim Irak dan Tim Palestina. Kedua tim harus memperebutkan bendera berupa balón yang sudah sediakan dan diletakkan oleh trainer pada suatu tempat. Balón itu harus direbut kedua tim. Tim yang lebih dulu berhasil mengambil bendera dan meletakkan bendera itu ke basecamp akan menang. Tentunya saat mengambil balón itu bukanlah hal yang mudah. Banyak tembakan bom lawan yang akan menyerang. Setiap peserta yang tertembak artinya tidak bisa melanjutkan peperangan.

Game peperangan tadi menjadi game terseru dan terakhir untuk hari ini. Tapi acara ini masih belum selesai. Ada satu kegiatan sakral yang menurut beberapa peserta merupakan kegiatan yang paling berkesan: Action Plan. Setiap peserta diharuskan mengisi form yang berisi cita-cita kita 10 tahun yang akan datang beserta indikator keberhasilannya. Di form itu juga mengharuskan kita mengisi kegiatan apa yang akan kita lakukan, mulai besok dan seterusnya, baik dari level pribadi maupun sosial lengkap dengan indikatornya. Setiap peserta dilarang menyontek isian temannya. Teknis pengisian form inipun tidak boleh dilakukan bersama-sama atau berdekatan dengan teman. Jarak antar setiap peserta minimal 5 meter. Saat pengisian form Action Plan ini, suasana sangat hening dan tenang. Semua peserta sangat serius dan khusu’ mengisi form Action Plan masing-masing.

Ditengah asiknya peserta mengisi action plan mereka, tiba-tiba trainer mengumumkan bahwa batas waktu pengisian action plan telah tiba. Peserta dilarang melanjutkan pengisian. Bertepatan dengan itu, trainer mengumpulkan semua peserta dan membentuk lingkaran. Disaat itu, trainer mempersilakan peserta membacakan action plannya kepada semua peserta lain. Yang pertama kali mengajukan diri untuk membacakan action plan adalah saudara Fajri Shiddiq. Dengan percaya diri beliau membacakan Action Plannya 10 tahun yang akan datang. Rupanya saudari Verayanti tak mau kalah. Setelah Fajri Shiddiq membacakan action plannya, Verayanti memberanikan diri untuk membacakan action plannya juga. Kemudian disusul oleh Oriza Sativa. Tapi karena keterbatasan waktu, trainer membatasi hanya 4 peserta saja yang boleh membacakan action plannya. Yang mendapatkan kesempatan terakhir membacakan action plan adalah ketua panitia, Muhammad Syahuri.

Setelah pembacaan action plan, kegiatan utama terakhir dari Out Bound ini adalah penutupan. Trainer mempersilakan peserta untuk mengungkapkan kesan dan kritiknya untuk acara Out Bound ini. Karena keterbatasan waktu pula, hanya 2 orang saja yang beruntung bisa mengungkapkan kesan dan pesannya untuk acara ini: Sri Wulandari dan Indra Zuldahni. Semua komentar tentang Out Bound ini bernada positif. Alhamdulillah.

Acara penutupan Out Bound ini bertepatan dengan waktu shalat ashar. Setelah semua selesai, peserta dipersilakan untuk berwudhu’ dan menunaikan shalat ashar. Sebagian peserta segera menunaikan shalat asharnya, namun sebagian lain memilih untuk menuju sungai dan menikmati air Krueng Jreu.

Setelah selesai shalat, trainer mempersilakan peserta untuk ikut meramaikan sungai. Sekitar 30 menit waktu yang diberikan trainer untuk peserta menikmati dinginnya arus sungai Krueng Jreu. Ada yang memanfaatkannya untuk belajar berenang, adapula yang sedekar having fun. Hingga akhirnya trainer mengumumkan bahwa waktu telah menunjukkan pukul yang memang seharusnya untuk kembali, maka semua peserta mempersiapkan diri untuk berangkat dan meninggalkan Kreung Jreu.

Sumber: Inkubator FE-Unsyiah

-
  Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Leave a Reply